
Happy Dining Table adalah sebuah manga one-shot yang diangkat dari novel karya Maiko Seo, Kofuku Na Shokutaku. Manga karya Riku Kurita yang diterbitkan di Jepang tahun 2006 oleh Kodansha ini telah diterbitkan di Indonesia awal tahun 2009 oleh M&C!.
Bercerita tentang sebuah keluarga yang terdiri dari Hiroshi Nakahara si ayah, Yuriko Nakahara si ibu, Nao Nakahara si putra sulung dan terakhir adalah Sawako Nakahara, putri tunggal keluarga itu. Di waktu sarapan, keluarga ini selalu berkumpul dan makan bersama. Saat makan pagi tersebut, selalu saja ada pembicaraan yang serius. Seperti ketika ayah berkata bahwa dia mau berhenti menjadi ayah!
Sejak peristiwa yang terjadi tahun lalu, Yuriko menjadi semakin tidak tahan dengan kegiatan makan pagi keluarga ini. Dia memutuskan untuk berpisah dengan Hiroshi dan tinggal sendiri. Semua anggota keluarga Nakahara meng-iya-kan apa kata si ibu. Mereka pikir itu yang terbaik untuk mereka. Yuriko pun tinggal terpisah dan bekerja sambilan di tiga tempat untuk menghidupi dirinya. walaupun tinggal terpisah, Yuriko benar-benar menyayangi keluarganya.
Sementara itu, Nao Nakahara, putra sulung yang juga kakak Sawako, selalu bersikap santai dengan apa pun kabar buruk yang disampaikan saat makan pagi. Nao adalah seorang anak jenius yang langsung bekerja di perusahaan pertanian begitu lulus SMA. Karena terlalu santai, Nao seringkali diputuskan oleh ceweknya namun tidak pernah marah karenanya dan bisa segera bangkit lagi. Sampai akhirnya dia bertemu dengan Yoshiko Kobayashi
Hiroshi, kepala keluarga Nakahara, adalah orang yang sangat serius dan mudah mengkhawatirkan sesuatu. Sikapnya ini menjadi pemicu peristiwa setahun lalu yang kini mengubah seluruh anggota keluarganya. Walaupun begitu, Hiroshi sebenarnya ingin berubah. Dia berpikir bahwa bila saja dia bisa lebih santai berarti masalahnya telah berkurang. Oleh karenanya, dia melakukan berbagai cara agar bisa sedikit santai dan tidak berpikir serius lagi. Salah satunya adalah dengan berhenti bekerja dan juga berhenti menjadi ayah!
Bahkan masih banyak lagi kelakuannya yang menghebohkan
Pembicaraan di pagi hari itu sering kali membuat mood Sawako hancur seharian. Apalagi dibanding kakaknya yang jenius, Sawako bisa dibilang anak yang sedikit bodoh. Namun walaupun bodoh, Sawako ingin masuk ke SMU Nishi, sebuah SMU favorit yang juga bekas sekolah Nao, kakaknya. Oleh karenanya Sawako pun mengikuti bimbingan belajar dan disanalah dia bertemu Bengaku Oura.
Bengaku Oura adalah lelaki kaya raya yang polos dan begitu baik hati. Pertemuannya dengan Sawako membuat keduanya berubah. Banyak masalah-masalah konyol terjadi dalam hubungan mereka
Namun, keberadaan Bengaku di sisi Sawako membuat gadis itu merasa nyaman dan sanggup menghadapai apapun. Bahkan Sawako yang sejak peristiwa setahun lalu menjadi tidak enak badan saat hujan turun menjadi tentram dan nyaman di cuaca seperti apa pun karena Bengaku. Hubungan mereka begitu indah… sampai… sesuatu terjadi…
Selain diangkat menjadi manga, novel buatan Maiko Seo ini juga diangkat menjadi film dengan judul sama, Kofuku Na Shokutaku, pada tahun 2007 kemarin. Manga yang kental unsur dramanya ini selain memiliki grafis yang tidak bisa dibilang jelek, juga memiliki pesan-pesan tersembunyi di dalam ceritanya. Khas seperti manga dengan genre drama lainnya. Bagi saya, tidak sayang mengeluarkan uang untuk membeli manga ini
Highly Recommended.
Selain Happy Dining Table, dalam buku ini masih ada satu cerita tambahan lagi yaitu Egg’s Cord. Bercerita mengenai Ikuo Suzue, anak kelas 4 SD berumur 9 tahun yang merasa bahwa dia adalah anak buangan. Untuk membuktikan dugaannya, dia memaksa ibunya yang seorang single parent untuk menunjukkan tali pusar, tali yang menghubungkan antara perut ibu dan anaknya saat kandungan yang dipotong setelah lahir dan biasanya disimpan oleh orang tua. Alih-alih memperlihatkan tali pusar, ibunya justru memperlihatkan cangkang telur sambil berkata bahwa Ikuo dilahirkan dalam bentuk telur, sehingga yang disimpan adalah cangkangnya
This is a good story and I found a lesson when I read it.
A lesson about a mother’s love toward her child
DIarsipkan di bawah: Manga
One-shot manga tentang keluarga yang gradually falling apart? Sepertinya kok suram gitu…
Ada di dialognya lho.
Tapi nggak
menurutku manga ini lebih pas disebut lovely daripada suram
Tapi memang sih, alurnya sama seperti alur penceritaan di kebanyakan novel, ada bagian suram dan bahagia gitu.
uda baca n yg seri pertama tuh sedih
Iya, tapi di endingnya dia juga udah ceria lagi kok. Sedihnya kan pas si Bengakunya *piiiiiiiiiip* doang. Lain-lainnya nggak terlalu sedih imo. Cerita yang manis menurut gw
Cerita yang kedua? FAVORIT!