
Mär (Märchen Awakens Romance) merupakan karya ketiga Anzai Nobuyuki yang dikeluarkan di Jepang tahun 2003 dan selesai tahun 2006 kemaren. Manga yang memiliki 161 chapter dan terdiri dari 15 volume ini di Jepangnya diterbitkan oleh Shogakukan. Di Indonesia sendiri manga ini diterbitkan oleh PT Elex Media Komputindo –dan tanggal 8 Januari 2009 ini baru keluar volume tujuhnya–.
Secara garis besar Mär bercerita tentang Ginta Toramizu, seorang remaja lemah yang selalu bermimpi tentang dunia lain seperti dalam dongeng. Suatu ketika sebuah gerbang tiba-tiba muncul dihadapannya dan menawarkan Ginta untuk pergi ke dunia lain. Tanpa pikir panjang Ginta pun memasuki gerbang yang dijaga oleh seorang badut bermata tanda plus tersebut. Ternyata, gerbang tersebut membawanya ke sebuah dunia lain yang benar-benar berbeda dengan dunianya. Duia tersebut bernama Mär Heaven.
Di Mär Heaven ini entah kenapa Ginta yang tadinya lemah berubah menjadi sangat kuat. Di samping itu, pertemuannya dengan Dorothy –seorang penyihir berambut pink yang terkenal memiliki reputasi buruk– memberi pengetahuan pada Ginta tentang ÄRM yaitu aksesori yang digunakan di dunia itu dan memiliki kekuatan magis. Dorothy kemudian mengajak Ginta untuk menemukan ÄRM misterius bernama Babbo. Namun setelah berhasil mendapatkan Babbo, Dorothy yang tidak menyukai Babbo memberikannya pada Ginta. Bersama Babbo, Ginta pun menjelajah Mär Heaven yang damai.
Ditengah usahanya menemukan jalan pulang ke dunianya sendiri secara tak sengaja Ginta dan Jack –teman seperjalanan Ginta di Mär Heaven– terlibat dalam usaha penyelamatan Snow, putri kerajaan Restava yang membekukan dirinya dalam sebuah kastil. Berdasarkan penjelasan Snow, Ginta mengetahui bahwa kedamaian di Mär Heaven tengah terancam oleh sekolompok penjahat yang enam tahun lalu juga pernah menyerang Mär Heaven, Chess.
Ginta yang mengetahui bahwa enam tahun lalu Chess berhasil dikalahkan oleh seorang manusia dari dunianya, Danna, akhirnya memutuskan akan mengalahkan Chess dan membawa kedamaian lagi di Mär Heaven sebelum pulang ke dunia asalnya. Snow pun senang dengan bantuan Ginta. Kini dia bisa memenuhi ramalan untuk menghancurkan pihak Chess yang dipimpin Phantom dan Queen of Restava, ibu tirinya, dengan bantuan tujuh kurcaci yang tergabung dalam kelompok Mär. Ginta Toramizu, seorang manusia yang datang dari dunia lain; Babbo, ÄRM dengan kekuatan misterius yang pernah digunakan oleh Phantom; Jack, seorang anak petani dari sebuah daerah pinggiran yang bersenjataan sekop; Aran, lelaki terkuat kedua setelah Danna pada pertempuran 6 tahun lalu yang mendapat kutukan masuk ke dalam tubuh anjing bernama Edward; Alviss, seorang anak yang yang juga ikut bertempur enam tahun lalu serta mendapat kutukan zombie dari Phantom dan mewujudkan ramalan dengan memanggil Ginta ke Mär Heaven; Nanashi, pemimpin Thief Guild Rubelia yang ingin balas dendam pada anggota Chess yang telah membunuh teman-temannya; Serta Dorothy, seorang penyihir wanita dengan masa lalu kelam yang ingin membunuh Queen of Restava.
Bersama dengan Snow, ketujuh orang itu berusaha mengalahkan Chess dalam sebuah pertandingan bernama war game. Mereka terus bertarung untuk mengembalikan kedamaian di Mär Heaven sementara rahasia demi rahasia terkuak selama pertandingan tersebut berlangsung
.
Yang udah pernah baca Flame of Recca pasti bakal langsung menyadari kemiripan-kemiripan character dalam manga ini. Sistem ärm yang dipakai pun bisa dibilang mirip-mirip dengan sistem madougu yang ada di Flame of Recca. Tapi terlepas dari kemiripan-kemiripan yang ada, manga ini cukup happening yang juga mengindikasikan bahwa manga ini tidak bisa dibilang gagal
Alur ceritanya cukup shonen walaupun banyak sekali bishonen tertebar di seluruh penjuru manga ini. Ditabah lagi pertarungan-pertarungan yang ada pun cukup seru. Mungkin karena selama pertarungan selalu ada kejutan-kejutan baru yang disuguhkan. Contohnya waktu Ginta merilis Babbo versi keempat pada saat pertandingannya dengan Kanocchi.
Disamping alur cerita yang menarik, secara grafis manga ini juga cukup ok. Anzai Nobuyuki bisa menggambarkan raut wajah yang cantik dan serius dengan kadar emosi yang pas, namun disisi lain penggambaran dalam bentuk chibi pun kadang digunakan untuk cooling down jokes. Secara pribadi saya berpendapat selain character dan konsep yang agak mirip dengan Flame of Recca, tidak ada keluhan apa-apa lagi tentang manga ini. Bagi saya manga ini tidak terlalu higly reccomended, tapi saya memang merekomendasikan manga ini sebagai bahan bacaan yang cukup menghibur.

Btw, Selain anime sepanjang 102 episode, Mär yang sudah tamat ini mempunyai kelanjutan cerita yang juga sudah beredar di Indonesia. Mär Omega adalah kelanjutan Mär yang memiliki alur cerita serta tokoh utama baru. Tapi karena ilustrasinya bukan lagi Anzai Nobuyuki melainkan Kōichiro Hoshino saya agak enggan membeli –so called– kelanjutannya ini.
DIarsipkan di bawah: Manga
Saya baca awal-awal komik ini waktu masih diserialisasi oleh majalah-komik Shonen Magz. Menurut saya…meh. Klise. Formulaic. Sangat-sangat tidak kreatif.
Emang pernah keluar di Shonen Magazine ya ? Eh bukan shonen magazine indonesia kan ya ?
Yep, +1. Cuman karena menunggu karakter seperti Mikoto dikeluarkan lagi oleh Anzai Nobuyuki saya akhirnya ngikutin juga
bukannya shonen star ya???
Mar keren bgt!!!
apalagi pas tim final phantom dkk knight na keluar!!!!
volume 8 udah rilis di Indo.
Dorothynya keren. haha.